04/24/2008

KALI Apa yang Mengalir di Tengah Kota Sukabumi ?

Pertanyaan teka-teki di atas terlontar ketika sedang bergurau di antara teman-teman SMP, sewaktu masih di Sukabumi. Satu teman menjawab Kali Cikiray, yang lain menjawab Kali Cipelang, Cisokan, Cisaat, Cicurug dan lain-lain.

Jawaban yang betul adalaaaaah …. Kaliwon.

Dari penampakan fisik, orang akan menggolongkan dia sebagai gelandangan, orang gila, pengemis dan sebagainya.

Dia bisa disebut gelandangan karena memang waktunya lebih banyak dihabiskan di jalan, duduk di trotoar, atau berjalan entah kemana. Kalau kita berjalan di jalan utama kota Sukabumi, yang biasa disebut Jalan Raya, hampir dapat dipastikan akan berpapasan dengan Kaliwon, atau menemukannya duduk di sekitar belokan ke Bioskop Garuda.

Dia bisa disebut orang gila karena dia selalu membawa seikat besar senjata tajam kemanapun dia pergi. Dalam ikatan itu ada samurai, macam-macam tombak, keris, macam-macam pedang, dan sebagainya. Taksiran saya, beratnya mungkin 20 kilo, dan Kaliwon sendiri waktu itu umurnya mungkin sekitar 60-an.

Potongan baju dan celananya seperti kepunyaan para jawara, berwarna hitam. Kain sarung dan ikat pinggang yang lebar melilit di pinggang. Kepala dililit oleh kain bermotif batik. Jari tangan penuh dengan cincin bermata besar. Ada gelang akar bahar hitam di pergelangan tangan. Roman mukanya keras, sorot matanya tajam, garis dagunya kuat seperti pangeran Diponegoro. Kulitnya coklat gelap, berkumis dan berjenggot.

Entah dimana dia tidur kalau malam. Tapi banyak sekali tempat untuk gelandangan tidur di kota Sukabumi, di antaranya adalah pelataran setasiun kereta api. Dengan gerbong-gerbong kosongnya.

Kaliwon tidak pernah terdengar mengancam orang dengan senjata tajamnya itu. Bahkan dia tidak pernah saya lihat menadahkan tangan untuk meminta uang pada orang yang lewat. Tapi dia akan menerima uang yang diberikan padanya, tanpa ekspresi apa-apa.

Saya tidak pernah mendengar Kaliwon bicara jelas. Dia cuma bergumam entah dengan bahasa Jawa, Belanda atau Sunda. Ada yang bilang Kaliwon kenal dengan, atau bahkan adalah teman seperjuangan Presiden Sukarno. Wallahu alam. Tidak pernah ada yang iseng melakukan check dan recheck.

Kegiatan sosial Kaliwon yang sering saya lihat adalah menonton sandiwara di Gedung Sandiwara Budaya, di depan markas Kodim. Dia menduduki yang khusus disediakan untuk dia. Kursi tersebut diletakkan tepat di depan panggung, di ujung gang yang membelah gedung di tengahnya, dari belakang sampai ke depan. Kabarnya dia suka dengan salah bintang panggung disitu, bahkan sering kabarnya melemparkan uang ke panggung untuk si bintang.

Jawatan Sosial kabarnya pernah berusaha menyingkirkan dia dari jalan. Tapi Kaliwon selalu kembali ke jalan … kembali mengalir lagi … di tengah kota Sukabumi.

(Kenangan tentang kota Sukabumi, 1955 - 1973)

Trackbacks

The URL to Trackback this post is: http://startfromsprouts.blogspirit.com/trackback/1537185

Comments

ditahun tujuh puluhan ketika itu saya masih sekolah dasar di sd gunung parang yang di jalan R E Marthadinata masih segar daam ingatan saya setiap pulang sekolah selalu melewati lapang Merdeka yang waktyu itu masih rimbundengan caringin dan kelapa sawit yang buahnya banyak berjatuhan lantas menjadi rebutan untuk bisa membelahnya dan memakannya, bahkan kalau ada kegiatan upacara pelantikan taruna AKABRI lapangan akan selalu dibanjiri orang untuk melihat tampang taruna yang gagah,....hhm, POPSITAR menjadi pekan olah raga taruna AKABRI akan menyiapkan truk nya untuk membawa calon penonton dari lapangan merdeka menuju lapangan AKABRI , yah sebagai anak anak merasa sangat senang ada tumpangan gratis walaupun perut lapar dan dingin kehujanan. ada teriakan taruna yang mengangkut penumpang sangat terngiang ngiang sampai sekarang dan menjasdi sangat populair yaitu;" cewe dulu-cewe dulu". indah dan memorable
kalau pagi hari sukabumi sel;alu diselimuti kabut sehingga berangkat ke sekolahpun menjadi malas , belum lagi di jalan sering berpapasan dengan si kliwon atau si oyay atau si atret, sebetulnya mereka tidak mengganggu, cuma takut diludahi, katanya sih kalau di ludahi kita akan tertular menjadi gila,.......indah sukabumi tempo dulu emag indah,....
tahun 1982 saya masuk menjadi anggota PAKSI-EXTRASS angkatan Garuda VIIIpada masa pemerintahan Bupati H M Zaennudin Mba, saya sangat akrab dengan anaknya bupati ,yaitu Ahmad Iwan Setiawan/iwan kaka (alhm) waktu itu ketua DP nya Delly G.VIkarena saya banyak protes maka nama baptis saya Agus Towed terkenal dikalangan aktipitas alam bebas, setelah beres dik-lat Paksi -Extrass, disekolah saya di SMAN 1 , saya bersama rekan Paksi atas inisiatip Iwan kaka, kami membentuk klup pecinta alalm sekolah bernama STEYR'S tidak punya arti apa-apa waktu itu, lalu saya coba menyingkronkan kata-kata hingga membentuk sebuah arti menjadi STEYR'S=Student Explorer Younger aSsociation.berkiprahlah steyr's menjadi penyumbang trophy terbanyak untuk almamaternya,..saya bangga bisa menorehkan catatan kenangan soekaboemi tempo doeloe, hingga sekarang pun sulit rasanya untuk meninggalkan kota tercinta, yang sekarang banyak ditumbuhi oleh gulma gulma pengangguran, dan tumbuhnya lumut anak jalanan dan pengamen seolah kota kuno berubah menjadi skidrow.
o iya ada satu lagi dalam ingatan saya pada zamannya crosboy 70-an, saya pernah membaca selebaran ALVA-VINK,. insyaf, yang sebelumnya terjadi perang genk, silibra dan berland, hingga merembet kepada genk2 sekitar kota unix dan jentle, itu yang saya tangkap kesannya.
Sukabumi indah dan kuno pernah di hiasi oleh tembang station tua nya country jack, howdy,....uh nyantiknya sukabumi, ingin rasanya kembali kemasa dulu bernyanyi di samping sang kekasih dengan gitar yang dipetik.

Posted by: nrp.P.0135.GVII | 01/21/2009

Hebat, masih ingat NRPnya.

Posted by: Bambang | 02/28/2009

Kang Deli mah Garuda V lain Garuda VI Gus ,ti Usi G X P0 196

Posted by: usi firdaus | 04/19/2009

gus di mana ayeuna, urang mah aya di pandeglang. ari barudak G VIII informasina kumaha. iraha urang kumpulan deui euy.

Posted by: Dadan P 0132 GVIII | 07/24/2009

Untuk kang Bambang,Kan Agus Toed, kang Dadan dan seluruh anggota Paksi Extrasss, ditunggu untuk Reuni tanggal 15 Agustus 2009 di Puri Rawa Kalong Pelabuhan Ratu (hotel punya Eddy mahfud) hari sabtu malam. silahkan kontak mang Didi ini no Hpnya : 0856594475569.

Posted by: usi Firdaus | 08/06/2009

Wah sayang sekaleeee ... buanyak kerjaan nih. Gak bisa datang ke reuni. Salam saja buat Kang Eddy Mahfud. Most likely dia tetangga saya di Kebonjati. Kapan2 saya dan keluarga berkunjung ke hotelnya.

Posted by: Bambang | 08/14/2009

Salam Rimba buat sobat and teman seperjuangan.
Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin 1430 H.
Gede & Pangrango tempat menempa mental dan fisik, sampailah saya ke Cartenz & Jayawijaya Peak.
Bendera PAKSI pernah berkibar di Cartenz Peak.
Salam Rimba dari Tembagapura Papua.
Cartenz, Jayawijaya and Soematri Peak Menuggu sobat sobat
- Rustam Effendi - GVII P0125

Posted by: Rustam Effendi | 09/26/2009

Post a comment