04/25/2007
Been anywhere interesting lately ? Kampung Wisata Cinangneng Bogor
Kebetulan Anton menyinggung mengenai tempat-tempat wisata. Salah satunya pernah saya kunjungi.
Di sebuah desa yang bernama Cinangneng, Bogor (dekat kampus IPB Darmaga) ada penginapan yang khas. Kalau jumlah pesertanya cukup, dan anda memesan cukup jauh
di muka, maka anda akan dapat ikut paket menjelajah kehidupan pedesaan.
Dalam paket itu kita akan diajak berjalan kaki masuk ke beberapa desa melihat kehidupan di situ : kandang kambing, orang membuat pindang, orang sedang menyablon T-shirt, membuat wayang golek, mencabut singkong, menanam padi, menuai padi, memandikan kerbau, menyebrang sungai (tidak pakai jembatan), membuat wayang dari daun ketela dll.
Malam hari kita dapat ikut belajar menabuh gamelan. Pagi-pagi ikut lomba bakiak.
Mungkin tidak begitu istimewa untuk sebagian dari anda, tapi kemungkinan besar bagi anak kita akan sangat istimewa, karena kemungkinan besar anak anda sudah jadi anak kota. Semboyan penginapan itu adalah kampung wisata.
Waktu menyeberang sungai saya sempat menyelamatkan seorang ibu-ibu. Kasihan juga dia, soalnya sementara itu suaminya menyelamatkan kameranya.
BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 6 Juni 2003)
16:15 Posted in Bogor dskt | Permalink | Comments (7) | Email this | Tags: Bogor, Cinangneng, kampung wisata
11/18/2006
Having fun can be serious business
Foto di bawah memperlihatkan satu sudut di Kebun Raya Bogor. Kapan terakhir kesana ?Kalau hari kerja (bukan libur) mobil bisa masuk. Jadi lumayan tidak terlalu capek jalan. Tapi kalau mau sekalian olahraga sih sebaiknya jalan.

Menurut Buku Petunjuknya, ada empat rute yang bisa dilalui. Tiap rute temanya berbeda. Di buku dijelaskan apa saja yang dapat kita lihat. Misalnya : "Fork left next to III.J, and notice to your right the oldest tree in the Garden, a lychee, Litchi chinensis (Sapind.), planted in 1823."
Judul subject di atas diambil dari satu sub-bab dalam buku Global Paradox tulisan John Naisbitt. Buktinya, sekarang sudah marak organisasi yang menjalankan olahraga arung jeram secara bisnis. Kalau kita hobby naik turun gunung, atau keluar masuk hutan, mungkin bisa ya menggabungkan antara hobby dan bisnis. Bikin rute perjalanan yang menarik, di Jawa Barat banyak tempat bagus.Lalu cari tamu lewat biro perjalanan atau hotel. Tarik fee.
(Diirim ke milis IA-ITB, 28 Maret 2005)
15:20 Posted in Bogor dskt | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Kebun Raya Bogor, Botanical Garden
Hoek van Holland
Dari Hoek van Holland saya pernah naik ferry ke Inggeris. Belum ada Channel Tunnel waktu itu, tahun 1985 (?). Waktu sedang ambil makan di kantin ferry, lihat botol berlabel Sambal Lampoeng made in Holland. Rasanya nyesek lihatnya, kok mereka yang dapat keuntungan ekonomis dari ciptaan orang Lampung. Ayam panggangnya besar sekali, porsinya setengah ekor. Jadi akhirnya saya bungkus dengan alumunium foil dan diselesaikan makannya di dek sambil menikmati angin winter yang hampir habis.
Di kereta api antara pelabuhan dan London, penuh dengan pendukung Liverpool. Terpaksa harus puja-puji group itu agar dapat tempat duduk. Lagi pula waktu itu baru terjadi kerusuhan di stadion Seychele (?) Belgia yang memakan korban jiwa.
Pulangnya, di ferry ada dua gadis Cina mendekati. Yang satu bilang sama saya kira-kira begini : "I bet you are from Singapore." Yang satu lagi bilang : "I bet you are from Malaysia." Setelah saya bilang saya dari Indonesia, keduanya pergi sambil cekikikan dan saling
cubit.
[Falatehan] Bisa terus-terusan enggak ya?
[BSet] Waarom niet ?
BSet
(Dikirim ke milis ITB74, 12 September 2002)
15:10 Posted in Belanda | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Hoek van Holland, Channel Tunnel



