11/18/2006
Inspirasi dari Spanyol
Pernahkah anda memperhatikan kemiripan antara gambar kiri dan gambar kanan ?


Gambar kiri memperlihatkan Katedral Sagrada Familia di Spanyol yang mulai dibangun tahun 1882. Sedangkan gambar kanan memperlihatkan Menara Petronas di Malaysia yang dibangun baru-baru ini. Kemiripannya : ada dua menara lancip yang dihubungkan oleh jembatan.
Soal jembatan di Menara Petronas, arsiteknya mungkin akan berkilah bahwa ini diilhami oleh “jembatan” di bangunan lain di Malaysia, yaitu Gedung Sultan Abdul Samad di Kuala Lumpur.

Kedua jembatan tersebut sama-sama ditopang oleh dua sekur.
(Dikirim ke milis IA-ITB, 25 Januari 2005)
14:25 Posted in Kuala Lumpur | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Sagrada Familia, Petronas Tower, Sultan Abdul Samad
08/29/2006
Muhibah ke KL (6)
Pasar sentral
Setelah makan siang, bis membawa rombongan ke Pasar Sentral. Galuh, Edy dan saya merasa acara belanja sudah mulai membosankan, jadi kami setuju jalan sendiri. Saya meng-ajukan ide untuk pergi ke Lapangan Merdeka. Disitu ada bangunan lama yang indah. Dari tanda-tanda yang kelihatan dari Pasar Sentral, mestinya Lapangan Merdeka dekat saja. Lalu kami pun jalan, melalui alley seperti yang tampak pada foto.

Kami melalui sebuah jalan yang masih punya bangunan lama. Di jalan ini ada kantor Bank Pertanian. Disini terjadi kejadian yang lucu pada kami bertiga. Hal tersebut berawal dari keinginan Galuh untuk mencari informasi mengenai bank tersebut. Lalu kami pun masuk ke bank tersebut. Di ruang depan ada semcam satpam, kami lewati sambil tersenyum. Di ruang dalam, yang kami harapkan ada orang-orang semacam teller atau customer service, tapi ternyata kosong. Yang ada hanya satu rak berisi brosur-brosur. Jadi kami putuskan untuk mengambil sendiri brosur-brosur yang kami perlukan. Ketika sedang asyik mengambili brosur, tiba-tiba … ngeeeeeeeeeek … suara sirene meraung … seakan-akan ada satu brosur yang dihubungkan dengan detektor sirene. Untuk beberapa detik saya merasa bersalah karena telah mengambil brosur tanpa meminta. Rasanya ingin lari. Tapi untunglah Galuh dan Edy terlihat tidak panik. Saya berkata dalam hati : saya tidak bersalah, saya harus keluar dari gedung ini dengan kepala tegak. Dengan langkah pasti kami bertiga menuju pintu keluar, senyum pada satpam, sambil betanya : “Untuk apa sirene itu ?”. Satpam menjawab sambil membalas senyum : “Itu untuk latihan kebakaran.” Di luar kami bertiga tertawa terbahak-bahak.

Lapangan Merdeka
Mengunjungi Lapangan Merdeka dan melihat sendiri Gedung Sultan Abdul Samad, merupakan cita-cita saya sejak lama. Tahun 1970-an di TVRI ada satu iklan yang memakai gedung ini sebagai latar belakang. Visualisasinya adalah seorang gadis berusaha menyeberang, tapi tidak berhasil karena lalu lintas sangat sibuk. Lalu seorang pria menolongnya.

Bagi saya gedung tersebut adalah tetap land mark Malaysia walupun sekarang ada menara Petronas. Malahan kalau diamati ada bagian dari Gedung Sultan Abdul Samad yang diulang dalam menara Petronas. Coba amati dua foto di bawah ini. Di gedung yang lama, ada satu jembatan yang menghubungkan dua bangunan kiri dan kanan, yang ditopang oleh dua sekur. Di gedung yang baru terjadi hal yang sama : ada jembatan yang menghubungkan dua bangunan kiri-kanan, yang ditopang oleh dua sekur.
04:00 Posted in Kuala Lumpur | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Pasar Sentral, Bank Pertanian, Sultan Abdul Samad, Lapangan Merdeka



