08/29/2006
KL : Arif and Arief serta combrang
Lebuh Raya


Singapur – KL, sepanjang 500 km, ditempuh sekitar empat jam. Untuk mengisi waktu, diadakan acara perkenalan. Masing-masing peserta memperkenalkan diri kepada peserta di depan.

Sebelum sampai ke KL, bis berhenti lagi untuk mengisi bahan bakar. Pemberhentian mempunyai jembatan ke tepi lain dari lebuh raya. Di jembatan itu terdapat banyak toko dan restoran. Kebanyakan menjual kerajinan. Harus hati-hati membeli barang disini karena barangnya mirip sekali dengan yang dijual di Tasikmalaya.
Makan malam di pinggir kota KL
Rombongan makan malam di satu plaza di pinggir KL. Saya semeja dengan Pk Fahmi, Pk Arif Imam dan Pk Arief Daryanto, Pk dan Ibu Margono, Edy dll.
Pk Fahmi ternyata ibunya berasal dari negara bagian Perak. Ketika momennya tepat, yaitu ketika pembicaraan menyinggung komik Tintin, saya bilang bahwa Pk Arif dan Pk Arief (yang satu pakai e) yang selama ini satu kamar, mengingatkan saya pada Thompson dan Thomson (yang satu pakai p).
Saya bilang bahwa makanan yang sedang disantap terasa seperti memakai combrang, satu tanaman berasa khas, yang suka dipakai untuk makanan khas Sunda. Pk Fahmi menimpali, dengan mengatakan nama tanaman itu di Medan, tempat dia lahir dan dibesarkan.
Rombongan menginap di Hotel Federal di daerah Bukit Bintang. Bloknya berdampingan dengan Hotel Mariot.
09:00 Posted in Kuala Lumpur | Permalink | Comments (0) | Trackbacks (0) | Email this | Tags: lebuh raya, tongkat ali, fahmi, arif imam, arief daryanto, magono, hotel federal



