08/29/2006

KL : Arif and Arief serta combrang

Lebuh Raya

medium_BKK-SIN-KL_076.jpg
Lebuh raya adalah istilah Malaysia untuk jaln tol. Bis rombongan berhenti di perhentian pertama. Suasananya sangat nyaman dan bersih, termasuk di musholanya. Saya membeli secangkir kopi bermerek Tongkat Ali. Saya pernah dengar merek ini di media masa di Indonesia. Di tempat parkir tidak terlihat banyak kendaraan. Ada orang menjual buah-buahan di bawah tenda. Pk. Nasri Nazir terlihat mewawancara pedagang tersebut.
medium_BKK-SIN-KL_075.jpg

Singapur – KL, sepanjang 500 km, ditempuh sekitar empat jam. Untuk mengisi waktu, diadakan acara perkenalan. Masing-masing peserta memperkenalkan diri kepada peserta di depan.
medium_BKK-SIN-KL_077.jpg

Sebelum sampai ke KL, bis berhenti lagi untuk mengisi bahan bakar. Pemberhentian mempunyai jembatan ke tepi lain dari lebuh raya. Di jembatan itu terdapat banyak toko dan restoran. Kebanyakan menjual kerajinan. Harus hati-hati membeli barang disini karena barangnya mirip sekali dengan yang dijual di Tasikmalaya.

Makan malam di pinggir kota KL
Rombongan makan malam di satu plaza di pinggir KL. Saya semeja dengan Pk Fahmi, Pk Arif Imam dan Pk Arief Daryanto, Pk dan Ibu Margono, Edy dll.

Pk Fahmi ternyata ibunya berasal dari negara bagian Perak. Ketika momennya tepat, yaitu ketika pembicaraan menyinggung komik Tintin, saya bilang bahwa Pk Arif dan Pk Arief (yang satu pakai e) yang selama ini satu kamar, mengingatkan saya pada Thompson dan Thomson (yang satu pakai p).

Saya bilang bahwa makanan yang sedang disantap terasa seperti memakai combrang, satu tanaman berasa khas, yang suka dipakai untuk makanan khas Sunda. Pk Fahmi menimpali, dengan mengatakan nama tanaman itu di Medan, tempat dia lahir dan dibesarkan.

Rombongan menginap di Hotel Federal di daerah Bukit Bintang. Bloknya berdampingan dengan Hotel Mariot.